Minimnya pendidikan berbasis islami di Kecamatan Perbaungan terutama Desa Kesatuan, membuat masyarakat yang ingin menjaga kebaikan akhlak anaknya ditengah krisis moral saat ini menjadi lebih antusias dalam menyekolahkan anak-anaknya di sekolah MTs. Muhammadiyah 21 Kesatuan. Kondisinya, sekolah ini memiliki jumlah sarana dan prasarana yang terbatas yang mengakibatkan tidak semua pendaftar yang meningkat sampai 200% dapat ditampung. Permasalahan yang dihadapi yaitu kekurangan ruangan kelas untuk menampung murid-murid baru yang ingin mendaftarkan masuk kedalam sekolah dan jumlah prasarana kursi dan meja yang kurang memadai untuk peserta didik. Untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan berbagai upaya mencari solusi sebagai bagaian dari pengabdian kepada masyarakat. Solusi yang dilaksanakan adalah dengan melakukan pengadaan kursi baru untuk sekolah untuk memenuhi prasarana sekolah agar semua siswa baru mendapat tempat duduk serta melakukan pelatihan pembuatan dan rekondisi kursi dan meja belajar dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dari mata kuliah workshop kerja kayu di Bengkel Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan. Pihak sekolah menyatakan sangat berterimakasih untuk kegiatan pengabdian ini karena telah menyelesaikan masalah utama mereka dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkelanjutan di desa mereka.
Copyrights © 2026