Penelitian ini dilatarbelakangi kurang bervariasinya media pembelajaran dan kurang terampil dalam memanfaatkan teknologi, sehingga siswa merasa bosan dan materi tidak dapat dipahami secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons siswa dan guru, serta kelayakan pengembangan Articulate Storyline 3 (Media Pembelajaran Interaktif). Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) model ADDIE. Subjek penelitian adalah 1 guru PJOK kelas V dan 19 siswa kelas V B SD Negeri 007 Samarinda Ulu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket, sedangkan instrumen penelitian berupa angket penilaian kelayakan ahli media dan materi, serta angket respons guru dan siswa. Teknik analisis data, yaitu kuantitatif dengan analisis data angket validasi para ahli media dan materi, serta angket data respons guru dan siswa. Hasil penelitian didapatkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 layak digunakan dengan keseluruhan penilaian dari berbagai validator, meliputi penilaian ahli media 1 sebesar 95%, ahli media 2 sebesar 90%, ahli materi 1 sebesar 96%, ahli materi 2 sebesar 94%, guru PJOK Kelas V SD Negeri 007 Samarinda Ulu sebesar 100% dan Siswa kelas V B SD Negeri 007 Samarinda Ulu sebesar 90,06%. Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dapat disimpulkan menjadi media pembelajaran alternatif bagi siswa di sekolah.
Copyrights © 2025