Perkembangan emosional pada masa kanak-kanak usia sekolah dasar menjadi aspek yang penting karena pada masa ini mereka mulai memahami norma sosial dan belajar untuk mengelola perasaannya. Penelitian ini bertujuna untuk melihat dinamika kecerdasan emosional pada anak panti asuhan yang tinggal dilingkungan pengasuhan yang bukan keluarga inti. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan X yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, yang merupakan sebuah panti berukuran kecil dan berada dibawah naungan Yayasan dan menerapkan pola pengasuhan kolektif dengan jumlah anak asuh terbatas dan didampingi oleh pengasuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang melibatkan tiga anak laki-laki berusia sebelas tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan skala penelitian sebagai data pendukung yang diolah menggunakan analisis tematik. Hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang dimiliki oleh anak panti berbeda-beda meskipun mereka tinggal didalam lingkungan dan pengasuhan yang sama. Sebagaian besar sudah bisa mengenali emosi dasar dan cukup pantai dalam bergaul bersosial, nemun pada aspek yang lain mereka menunjukkan sikap yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional anak panti asuhan terbentuk secara adaptif melalui interaksi sehari-hari, dimana dukungan sosial dan aturan dipanti memegang peran penting dalam proses perkembangan emosi.temuan ini harapanya bisa menjadi dasar untuk pengelola panti dalam merancang program pendampingan emosional sesuai dengan usia anak.
Copyrights © 2026