Gerak parabola merupakan konsep dasar fisika pada gerak dua dimensi. Secara teoritis, sudut lemparan 45° menghasilkan jarak tempuh horizontal maksimum dalam kondisi ideal. Namun, penelitian yang memverifikasi hubungan tersebut secara kuantitatif menggunakan simulasi PhET sebagai media eksperimen virtual masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi sudut lemparan terhadap jarak tempuh pada gerak parabola menggunakan simulasi Projectile Motion PhET tanpa hambatan udara. Variabel tetap meliputi kecepatan awal 10 m/s, massa 1 kg, gravitasi 9,8 m/s², dan ketinggian awal 0 m, dengan sudut lemparan 30°, 45°, dan 60°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut lemparan berpengaruh signifikan terhadap jarak tempuh, di mana sudut 45° menghasilkan jarak maksimum rata-rata 10,1 meter, diikuti 30° dan 60°. Temuan ini mendukung teori yang menyatakan bahwa sudut 45° merupakan sudut optimum untuk menghasilkan jarak terjauh dalam kondisi ideal.
Copyrights © 2026