Fenomena yang sering terjadi dalam perkembangan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, termasuk salah satunya Pulau Sumatera yaitu terjadinya pertumbuhan penduduk yang begitu pesat yang biasanya tidak disertai dengan antisipasi daya dukung dengan baik. Di wilayah Palembang, salah satu contoh yang mencolok adalah Rusun 24 Ilir. Rusunawa, yang juga dikenal sebagai Rumah Susun atau disingkat "rusun", sering digunakan pemerintah sebagai cara untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat dengan pendapatan rendah atau mereka yang terkena dampak kebijakan penataan kota. Namun, adanya rusun di kawasan perkotaan yang padat belum tentu bisa mengatasi semua masalah sosial dan lingkungan yang rumit. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diketahui bahwa kondisi lingkungan di masa lalu cukup memprihatinkan karena saluran air dan pembuangan limbah belum tertata dengan baik. Kondisi sanitasi yang masih terbuka dan belum terkelola secara optimal sering kali menimbulkan bau tidak sedap serta memberikan kesan kumuh pada kawasan perumahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan di Rumah Susun 24 Ilir Palembang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang padat dan keterbatasan fasilitas. Pendudukan penduduk berdampak pada sanitasi, distribusi udara, kondisi bangunan yang sudah tua, serta kenyamanan hidup sehari-hari.
Copyrights © 2026