Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Cyberspace: Dampak Penyimpangan Perilaku Komunikasi Remaja (Cyberspace: The Impact of Adolescent Communication Behavior Deviation) Suci Wahyu Fajriani; Bintarsih Sekarningrum; Munandar Sulaeman
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 23, No 1 (2021): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.23.1.2021.63 - 78

Abstract

Cyberspace telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan sehari-hari remaja dalam berkomunikasi melalui koneksi internet melalui aplikasi. Penyimpangan perilaku remaja akibat komunikasi remaja melalui cyberspace dengan teman sebaya atau orang lain yang berdampak pada kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak penyimpangan perilaku komunikasi remaja dalam cyberspace. Teori asosiasi diferensial pada poin komunikasi remaja dalam subkultur menyimpang digunakan untuk proses analisis dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksplanatori, dengan sampel 100 remaja SMA Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner online melalui Google Form. Hasil menunjukkan bahwa kepribadian yang terbentuk dari hasil penyimpangan perilaku komunikasi remaja adalah: (1) .embentuk kepribadian yang agresif (30%); (2) Membentuk kepribadian yang mudah emosi (27%); (3) Membentuk kepribadian yang cemas/stress (25%); dan Membentuk kepribadian yang lebih berani mencoba untuk hal baru (18%). Kesimpulan penelitian menunjukkan dalam membentuk kepribadian remaja berdampak kepada empat hal pada hasil penelitian yang disebabkan oleh aktivitas remaja pada cyberspace.
Komodifikasi Identitas di Era Digital: Studi Literatur tentang Personal Branding di Media Sosial: Ainul Zulqoifah Asmawati; Nabila Tahira; Lisya Septiani putri; Mallia Hartani; Suci Wahyu Fajriani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11947

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka komprehensif mengenai komodifikasi identitas di media sosial dengan fokus pada fenomena personal branding. Melalui sintesis literatur dari komunikasi, sosiologi, dan pemasaran, penelitian ini menelaah bagaimana identitas individu dikonstruksi, direpresentasikan, dan dikomodifikasi menjadi entitas yang dapat diperdagangkan dalam ruang digital. Analisis menunjukkan bahwa fenomena ini berakar pada Teori Dramaturgi, Ekonomi Politik, dan Kritik Budaya, serta difasilitasi oleh algoritma, metrik, dan sistem kurasi konten pada platform digital. Temuan utama menyoroti adanya paradoks antara pencarian otentisitas dan tuntutan pasar, yang berdampak pada implikasi psikologis seperti objektifikasi diri dan krisis mental, serta konsekuensi sosial berupa reproduksi ketidaksetaraan dan kolonialisme digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komodifikasi identitas melalui personal branding merupakan isu multidimensi yang kompleks dengan kesenjangan penelitian yang perlu ditindaklanjuti, khususnya terkait dampaknya terhadap keragaman budaya, struktur sosial, dan relasi kuasa dalam masyarakat digital.
Kemiskinan Pekerja Informal Lansia Di Pasar 16 Ilir Palembang Dalam Ketidakpastian Pendapatan Nazhifa Mulya Kinasih; Widyawati Hafsari; Nadya Difriana; Davit Saputra; Cantika; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4977

Abstract

Kemiskinan perkotaan masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks, terutama bagi kelompok pekerja informal lansia yang memiliki keterbatasan dalam akses kerja dan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiskinan pekerja informal lansia di kawasan Pasar 16 Ilir, Kota Palembang dalam konteks ketidakpastian pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup lansia yang bekerja di sektor informal. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria berusia di atas 60 tahun dan bekerja sebagai pedagang atau penyedia jasa informal. Data dikumpulkan melalui wawancara bahwa pendapatan pekerja informal lansia bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi pasar, jumlah pembeli, serta kemampuan fisik untuk bekerja, sehingga menimbulkan kerentanan ekonomi yang berkelanjutan. Keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal dan perlindungan sosial menyebabkan lansia tetap bekerja di usia lanjut sebagai bentuk keterpaksaan ekonomi. Dalam menghadapi ketidakpastian pendapatan, para lansia mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti menunda pembayaran sewa rumah, berhutang, serta melakukan negosiasi terhadap biaya pendidikan anggota keluarga. Selain itu, makna hidup berkecukupan bagi langsia cenderung berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, seperti makan dan tempat tinggal, tanpa adanya jaminan ekonomi jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa kemiskinan pada pekerja informal langsia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh keterbatasan struktural dalam akses terhadap layanan sosial dan perlindungan kerja diwilayah perkotaan.
Pergeseran Pola Interaksi Sosial dalam Kelompok Ruang Publik Kawasan Taman Kambang Iwak Palembang Agung Permadi; Ananda Meylisha; Haniifa Rahmah; Nesya Dwi Ramadhani; Venny Salsabela Wijaya; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4995

Abstract

Ruang publik memiliki peran penting sebagai wadah interaksi sosial masyarakat. Seiring dengan perubahan pola kehidupan sosial, terjadi pergeseran dalam bentuk interaksi yang berlangsung di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran pola interaksi sosial dalam kelompok di kawasan Taman Kambang Iwak Palembang serta mengidentifikasi karakter interaksi yang terbentuk di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kambang Iwak Palembang masih berfungsi sebagai ruang publik yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas seperti olahraga, rekreasi, berkumpul bersama keluarga, pertemuan komunitas, serta aktivitas ekonomi informal. Pengunjung berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, pola interaksi sosial yang terjadi cenderung berlangsung dalam kelompok-kelompok yang telah memiliki hubungan sebelumnya, seperti keluarga, teman sebaya, atau komunitas tertentu. Interaksi antar kelompok yang berbeda relatif terbatas dan umumnya hanya berupa kontak sosial singkat tanpa komunikasi yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan dalam pola interaksi sosial di ruang publik, di mana komunikasi lebih banyak berlangsung dalam lingkup kelompok masing-masing meskipun ruang tersebut bersifat terbuka dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Kondisi Sosial Ekonomi dan Strategi Bertahan Hidup Penghuni Permukiman Kumuh di Kota Palembang Rika Maryam; Maharani Safitri; Adithya Pratama; Insyah Mutia Putri; Keysha Mutia Ranandityas; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5028

Abstract

Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi pemukiman yang memiliki kualitas rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi, serta strategi bertahan hidup masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naratif deskriptif. Penelitian dilakukan di jl. Letkol iskandar, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit kecil, Kota Palembang. Data akan dikumpulkan melalui wawancara, Observasi, dan dokumentasi, pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan kriteria artikel yang secara langsung membahas tentang sosial, ekonomi dan strategi bertahan hidup di Permukiman Kumuh perkotaan.
Kondisi Kehidupan Masyarakat Miskin Di Permukiman Bantaran Sungai Musi Kelurahan Seberang Ulu 1 Kecamatan 3-4 Ulu Rt. 4 Kota Palembang suci maharani; Nurul Kalima; Muhammad Fajri; Adinda Mahesa Ayu; Aulia Salma Novita Hasanah; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5104

Abstract

Pertumbuhan kota yang pesat akibat urbanisasi seringkali menimbulkan berbagai permasalahan sosial, salah satunya meningkatnya jumlah masyarakat miskin yang tinggal di kawasan marginal seperti bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan kondisi kehidupan masyarakat miskin yang tinggal di permukiman bantaran Sungai Musi di Kelurahan Seberang Ulu 1 Kecamatan 3–4 Ulu RT 4 Kota Palembang. Penelitian ini dilakukan karena kawasan tersebut menunjukkan berbagai permasalahan sosial ekonomi seperti rendahnya pendapatan, keterbatasan pendidikan, kondisi hunian yang kurang layak, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat setempat, serta dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat bekerja pada sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu serta memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Kondisi hunian masyarakat juga masih tergolong sederhana dan rentan terhadap banjir, dengan keterbatasan akses terhadap sanitasi, air bersih, dan pengelolaan sampah. Meskipun demikian, masyarakat memiliki strategi bertahan hidup melalui usaha rumahan dan solidaritas sosial antarwarga. Temuan ini penting sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan dan penataan permukiman di kawasan bantaran sungai.
Peran Ojek Online Indralaya dalam Menompang Ketahan Ekonomi Rumah Tangga Perkotaan Sabrina; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani; Kirana Suhada; Imelda Putri Zulkarnain; Reva Zikri Fahlevi; Salsabilla Azzahra; Rudy Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5108

Abstract

Permasalahan ekonomi rumah tangga di wilayah perkotaan, khususnya bagi keluarga pengemudi ojek online, semakin kompleks akibat pendapatan yang tidak menentu dan ketergantungan terhadap platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ojek online dalam ketahanan ekonomi rumah tangga di Indralaya serta strategi adaptif yang diterapkan oleh keluarga pengemudi dalam menghadapi ketidakpastian pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi perkotaan, melalui wawancara mendalam dengan pengemudi ojek online serta studi literatur yang berkaitan dengan pekerjaan informal, ekonomi rumah tangga, dan transportasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online menjadi sumber pendapatan utama bagi rumah tangga, membantu pemenuhan kebutuhan dasar, serta memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja. Akan tetapi, pendapatan yang tidak tetap menjadikan rumah tangga rentan terhadap krisis ekonomi, seperti pandemi dan kenaikan harga bahan bakar minyak. Untuk menghadapi ketidakpastian tersebut, keluarga pengemudi menerapkan strategi adaptif, di antaranya diversifikasi sumber pendapatan, keterlibatan anggota keluarga dalam aktivitas ekonomi, serta pemanfaatan program bantuan sosial. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ojek online memiliki peranan penting dalam ketahanan ekonomi keluarga, namun perlindungan sosial dan kebijakan pendukung diperlukan untuk mengurangi tingkat kerentanan yang ada. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan ekonomi digital serta kajian lanjutan mengenai ekonomi informal di wilayah perkotaan.    
Efektivitas LRT Palembang Sebagai Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi: Tinjauan Literatur Vini Anggun Pratiwi; Aisa Rosa; Pratama, Ahmad Yusuf; Desi Nurmasari; Dinda Triyani; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5136

Abstract

Transportasi publik merupakan komponen penting dalam pembangunan perkotaan karena berperan dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi permasalahan kemacetan. Light Rail Transit (LRT) Palembang hadir sebagai salah satu inovasi pelayanan publik berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan efektivitas sistem transportasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas LRT Palembang sebagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan transportasi publik, kualitas pelayanan, integrasi transportasi, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem transportasi perkotaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan LRT berkontribusi dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan lalu lintas, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat perkotaan. Selain itu, kualitas pelayanan, integrasi antar moda transportasi, serta penerapan konsep smart city dan smart mobility menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas layanan LRT. Meskipun demikian, optimalisasi pemanfaatan LRT masih memerlukan peningkatan kualitas pelayanan, penguatan integrasi transportasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan LRT sebagai inovasi pelayanan publik perlu didukung oleh kebijakan transportasi yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kondisi Sosial Lingkungan Padat Penduduk di Rumah Susun 24 Ilir Kota Palembang Mellys Wahyuni; Ochi Ramadhanti; Fadillah Nur Habibah M; Lidya Shela Agustin; Acparel Ganesa Islami Pasha; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5164

Abstract

Fenomena yang sering terjadi dalam perkembangan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, termasuk salah satunya Pulau Sumatera yaitu terjadinya pertumbuhan penduduk yang begitu pesat yang biasanya tidak disertai dengan antisipasi daya dukung dengan baik. Di wilayah Palembang, salah satu contoh yang mencolok adalah Rusun 24 Ilir. Rusunawa, yang juga dikenal sebagai Rumah Susun atau disingkat "rusun", sering digunakan pemerintah sebagai cara untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat dengan pendapatan rendah atau mereka yang terkena dampak kebijakan penataan kota. Namun, adanya rusun di kawasan perkotaan yang padat belum tentu bisa mengatasi semua masalah sosial dan lingkungan yang rumit. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diketahui bahwa kondisi lingkungan di masa lalu cukup memprihatinkan karena saluran air dan pembuangan limbah belum tertata dengan baik. Kondisi sanitasi yang masih terbuka dan belum terkelola secara optimal sering kali menimbulkan bau tidak sedap serta memberikan kesan kumuh pada kawasan perumahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan di Rumah Susun 24 Ilir Palembang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang padat dan keterbatasan fasilitas. Pendudukan penduduk berdampak pada sanitasi, distribusi udara, kondisi bangunan yang sudah tua, serta kenyamanan hidup sehari-hari.
Transformasi Angkot Modern (Feeder): Strategi Palembang Membangun Jaringan Transportasi Publik Yang Kohesif di Kota Palembang Ariska, Iis; Intan Emi Putri; Fitri Wahdaniyah; Fatur Aryatama; Shalsa Badisyafitri; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5253

Abstract

Transformasi angkot konvensional menjadi angkot modern (feeder) merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat integrasi sistem transportasi publik perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi angkot modern sebagai feeder dalam membangun jaringan transportasi publik yang kohesif di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode penelitian kajian pustaka, yang difokuskan pada sinkronisasi jadwal serta keterhubungan fisik dengan LRT Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkot modern telah berfungsi sebagai feeder secara operasional dan memperluas aksesibilitas masyarakat menuju stasiun LRT, namun integrasi sistem belum sepenuhnya optimal. Masih ditemukan potensi tumpang tindih rute dengan angkot lama, belum diterapkannya sistem tarif terpadu antar moda, serta pengaruh waktu tunggu terhadap keputusan moda pengguna. Kondisi tersebut membatasi terjadinya pergeseran signifikan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi tarif, sinkronisasi jadwal berbasis kepastian layanan, pembenahan kelembagaan, dan peningkatan kualitas infrastruktur simpul transit guna mewujudkan jaringan transportasi publik yang benar-benar kohesif di Kota Palembang.