Aplikasi SRIKANDI sebagai sistem kearsipan dinamis terintegrasi merupakan bagian dari upaya digitalisasi administrasi pemerintahan dalam mendukung pengelolaan arsip dan persuratan secara elektronik. Penerapan sistem ini menjadi penting dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas penyelenggaraan administrasi, khususnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Aplikasi SRIKANDI dalam meningkatkan kinerja pegawai di instansi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi, implementasi telah dilakukan melalui penyampaian informasi berupa surat edaran, sosialisasi, dan micro teaching kepada pegawai. Pada aspek sumber daya, pemanfaatan aplikasi belum optimal karena belum seluruh pegawai menggunakannya, meskipun sarana pendukung seperti jaringan internet telah tersedia namun masih mengalami kendala pada kondisi tertentu. Pada aspek disposisi, pegawai mengalami kesulitan pada tahap awal penggunaan serta masih terdapat penggunaan surat manual karena belum seluruh organisasi perangkat daerah mengimplementasikan aplikasi. Pada aspek struktur birokrasi, implementasi telah didukung oleh standar operasional prosedur dari pemerintah pusat maupun instansi terkait. Dengan demikian, implementasi Aplikasi SRIKANDI telah berjalan, namun masih memerlukan optimalisasi pemanfaatan oleh seluruh pegawai serta penguatan dukungan teknis guna meningkatkan kinerja secara lebih efektif.
Copyrights © 2026