Thekelan Farming di Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentra pembenihan kentang dengan metode stek batang yang memiliki kapasitas produksi hingga 48.000 benih per siklus menggunakan 400 tray. Kendala utama yang dihadapi adalah sistem penyiraman manual yang menyebabkan distribusi air tidak merata, kurang efisien dalam penggunaan tenaga maupun waktu, serta tidak tersedianya pemantauan kondisi lingkungan secara real-time. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi irigasi kabut otomatis berbasis Internet of Things (IoT) pada Mitra Tani ATASI Thekelan guna mengoptimalkan pemeliharaan dan menekan biaya produksi budidaya kentang. Metode yang digunakan adalah Human-Centered Design (HCD) untuk memastikan solusi sesuai dengan kebutuhan mitra. Sistem irigasi yang dikembangkan menggunakan sensor kelembaban tanah, sensor DHT22, mikrokontroler ESP32, dan pompa yang dapat beroperasi secara otomatis melalui aplikasi Blynk maupun manual dengan switch pada panel. Data sensor juga ditampilkan pada LCD sehingga memudahkan petani dalam memantau kondisi screen house pembenihan kentang. Implementasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja, menjaga konsistensi kualitas benih, serta memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
Copyrights © 2026