Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai layanan keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman online yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan risiko apabila tidak diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan yang memadai, khususnya pada generasi muda yang rentan terpengaruh fenomena fear of missing out (FOMO) dan gaya hidup konsumtif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi guna mengurangi dampak perilaku konsumtif serta meminimalkan minat penggunaan pinjaman online. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah dengan melibatkan 34 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pretest, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta posttest sebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 78,88 pada pretest menjadi 88,06 pada posttest dengan peningkatan sebesar 9,18 poin. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan mampu membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online.
Copyrights © 2026