Bandar udara memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan operasional penerbangan, khususnya pada pergerakan pesawat di sisi udara. Salah satu fasilitas keselamatan tersebut adalah sistem taxiway edge light yang berfungsi sebagai panduan visual bagi pilot saat pesawat melakukan taxiing. Di Bandara Pangsuma Putussibau, sistem taxiway edge light saat ini tidak berfungsi, ditandai dengan lampu taxiway yang tidak menyala serta Constant Current Regulator (CCR) yang tidak beroperasi, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat, terutama pada kondisi cuaca dengan visibilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidakfungsian sistem taxiway edge light sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemeliharaan lanjutan guna mendukung keselamatan operasional penerbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pengukuran dan pengumpulan data teknis sistem taxiway edge light yang kemudian dibandingkan dengan standar dan ketentuan yang berlaku menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor peralatan (machine) dan material menjadi penyebab utama ketidakfungsian sistem, ditandai dengan kondisi CCR dan lampu taxiway yang tidak beroperasi serta penurunan kualitas isolasi pada kabel dan konektor. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa diperlukan evaluasi teknis serta penyusunan rekomendasi pemeliharaan lanjutan agar sistem penerangan tepi sisi taxiway dapat beroperasi secara andal dan mendukung keselamatan operasional penerbangan di Bandara Pangsuma Putussibau.
Copyrights © 2026