Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi pertanian berbasis kelapa sawit dalam meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kuala. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pertanian, khususnya model sawit–ternak dan tanaman sela, mampu meningkatkan pendapatan petani, efisiensi biaya produksi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pendapatan bersih sistem integrasi (Rp 32,1 juta/ha/tahun) lebih tinggi dibandingkan sistem non-integrasi (Rp 23 juta/ha/tahun), dengan nilai R/C ratio masing-masing 3,4 dan 2,9. Dengan demikian, integrasi pertanian menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan agribisnis kelapa sawit.
Copyrights © 2025