Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 21 No 2 (2025)

KAJIAN SEMANTIK PADA FENOMENA PLEONASME DALAM ESAI MAHASISWA BERBANTUKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Veni Nurpadillah (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)
Emah Khuzaemah (Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
Tommi Yuniawan (Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa S3 Universitas Negeri Semarang)
Arief Darmawan (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Indonesia)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2025

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gejala pleonasme dalam esai mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari sudut pandang semantik. Pleonasme dimaknai sebagai penggunaan unsur bahasa berlebih yang mengakibatkan pemborosan makna dan ketidakefisienan dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa potongan kata, frasa, klausa, dan kalimat dari esai mahasiswa yang terbukti mengandung kesalahan semantik. Data dikumpulkan dari mahasiswa di tiga perguruan tinggi wilayah Ciayumajakuning, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif yang memanfaatkan aplikasi AI seperti ChatGPT, Samwell.ai, dan ShortlyAI dalam penulisan tugasnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat, sedangkan analisis dilakukan menggunakan metode agih (Teknik Bagi Unsur Langsung) dan metode padan referensial (teknik Pilah Unsur Penentu). Hasil analisis terhadap 37 data menunjukkan berbagai bentuk pleonasme, seperti pengulangan frasa, penggunaan klitik atau unsur gramatikal yang tidak diperlukan, serta pengulangan makna dalam satu struktur kalimat. Ditemukan bahwa mahasiswa cenderung menerima hasil AI secara mentah tanpa revisi kritis terhadap aspek makna. Selain itu, AI juga belum sepenuhnya mampu menghasilkan teks yang hemat secara semantik akibat bias pada data pelatihannya. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi semantik dalam pembelajaran akademik berbasis teknologi dan pengembangan fitur AI yang lebih efisien secara semantik. Temuan ini mendukung pentingnya kebijakan akademik yang mengarahkan penggunaan AI secara etis dan reflektif. KATA KUNCI:  Kecerdasan Buatan; Pleonasme; Semantik   A SEMANTIC STUDY OF THE PLEONASM PHENOMENON IN STUDENT ESSAYS BASED ON ARTIFICIAL INTELLIGENCE   ABSTRACT: This study aims to identify and analyze pleonasm phenomena in student essays written with the assistance of Artificial Intelligence (AI) from a semantic perspective. Pleonasm is defined as the excessive use of linguistic elements that results in semantic redundancy and inefficiency in academic communication. The research employs a qualitative descriptive method with data consisting of segments of words, phrases, clauses, and sentences from student essays found to contain semantic errors. Data were collected from students at three universities in the Ciayumajakuning region: UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif, all of whom used AI applications such as ChatGPT, Samwell.ai, and ShortlyAI in their writing tasks. Data collection techniques included non-participatory observation and note-taking, while analysis was conducted using the distributional method (Immediate Constituent technique) and the translational identity method (Determining Element Sorting technique). Analysis of 37 data samples revealed various forms of pleonasm, such as phrase repetition, unnecessary use of clitics or grammatical elements, and semantic redundancy within sentence structures. The findings show that students tend to accept AI-generated texts uncritically, without revising them for semantic clarity. Moreover, AI has not yet demonstrated the ability to produce semantically economical texts, partly due to biases in its training data. This study recommends integrating semantic literacy into technology-based academic instruction and developing AI features that promote greater semantic efficiency. These findings also support the need for academic policies that guide the ethical and reflective use of AI in higher education. KEYWORDS: Artificial Intelligence; Pleonasm; Semantics Diterima: 4 Juni 2025 Direvisi: - Disetujui: 2 Agustus 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka  : Nurpadillah, V., Khuzaemah, E., Yuniawan, T., & Darmawan, A. (2025). Kajian Semantik Pada Fenomena Pleonasme Dalam Esai Mahasiswa Berbantukan Artificial Intelligence. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2) 312-331.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

pub

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang ...