ABSTRAK: Penelitian ini didasari oleh asumsi bahwa agama di Indonesia berperan penting dalam membentuk etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, praktik keagamaan masa kini cenderung bergeser menjadi lebih formalistik dan ritualistik, mengikis aspek sosial dan empati. Realitas ini juga dipotret dalam karya sastra, yang mengangkat isu-isu sosial keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial terhadap praktik keagamaan dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan dasar teori Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis struktur intrinsik cerita, konteks sosial pascakolonial, serta pandangan dunia tokoh sebagai cerminan kesadaran kolektif. Hasil penelitian menemukan pembacaan baru terhadap cerpen ini, yang menampilkan kritik terhadap formalistik dan fatalistik religius, serta rendahnya kepedulian sosial. Ketegangan antara tradisi lama dan keberagamaan progresif yang digambarkan melalui tokoh dan narasi, mengisyaratkan perubahan kesadaran kolektif menuju agama yang lebih kontekstual, sosial, dan humanistik sebagai respons atas realitas Indonesia tahun 1950-an. Analisis ini menunjukkan bagaimana karya sastra dapat menjadi cerminan dari dinamika sosial dan intelektual di masyarakat. KATA KUNCI: Kritik Sosial; Praktik keagamaan; Sosiologi Sastra; Sztrukturalisme genetik SOCIAL CRITICISM OF RELIGIOUS PRACTICES IN THE SHORT STORY “ROBOHNYA SURAU KAMI”: A GENETIC STRUCTURALISM STUDY ABSTRACT: This study is based on the assumption that religion in Indonesia plays an important role in shaping social ethics and human values. However, current religious practices tend to shift towards being more formalistic and ritualistic, eroding social aspects and empathy. This reality is also portrayed in literary works, which raise socio-religious issues. This study aims to analyze social criticism of religious practices in the short story “Robohnya Surau Kami” by A.A. Navis using a sociological approach to literature based on Lucien Goldmann's Genetic Structuralism theory. The method used is descriptive qualitative with a focus on analyzing the intrinsic structure of the story, the postcolonial social context, and the characters' worldviews as a reflection of collective consciousness. The results of the study reveal a new reading of this short story, which presents a critique of religious formalism and fatalism, as well as a lack of social awareness. The tension between old traditions and progressive religiosity, as depicted through the characters and narrative, suggests a shift in collective consciousness toward a more contextual, social, and humanistic religion in response to the realities of 1950s Indonesia. This analysis demonstrates how literary works can reflect the social and intellectual dynamics of society. KEYWORDS: Social criticism; Religious practices; Sociology of literature; Genetic structuralism Diterima: 23 September 2025 Direvisi: 28 September 2025 Disetujui: 1 Oktober 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka : Kulsum, D. U., Widyatwati, K., & Suryadi, M. (2025). Kritik sosial praktik keagamaan dalam cerpen "Robohnya Surau Kami": Kajian strukturalisme genetik. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 566-580. Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyrights © 2025