Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 13 No 2 (2018)

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG MENCERDASKAN DAN TANGGUNG JAWAB MENGHASILKAN GENERASI LITERAT

Sarwiji Suwandi (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2025

Abstract

Melalui surat undangan untuk menjadi pembicara dalam rangka Seminar Nasional di Universitas Kuningan saya diberi tahu bahwa seminar ini mengangkat tema “Berliterasi dengan Bahasa dan Sastra.” Sekurang-kurangnya ada dua kata kunci dalam tema tersebut, yaitu “berliterasi” dan “bahasa dan sastra”.Selain itu, ada satu kata antara kedua kata kunci tersebut, yakni kata dengan yang berarti „menggunakan suatu alat atau media‟. Tatakala dibaca secara lengkap, tema itu kurang lebih dapat dimaknai berliterasi dengan menggunakan bahasa dan sastra (baca: bahasa dan sastra Indonesia) sebagai sarananya. Kata literasi itu sendiri sering diartikan sebagai sebuah kemampuan membaca dan menulis atau sering digunakan untuk mengacu konsep melek aksara atau keberaksaraan. Seturut dengan itu, berliterasi mengacu pada konsep aktivitas membaca atau menulis atau berkemampuan membaca dan menulis.Jika demikian pemaknaannya, tampaknya diskusi tentang tema tersebut momentumnyatelah lewat atau bisa dianggap selesai. Bukankah kita sama-sama tahu bahwa bahasa memiliki fungsi sebagai wadah dan sekaligus pengembang kebudayaan, bahasa sebagai sarana memahami hasil olah pikir dan rasa manusia yang tertuang dalam teks-teks dan sekaligus sarana mengekspresikan dan mendesiminasikan olah pikir dan rasa orang atau keompok orang kepada orang lain melalui teks-teks juga. Pertanyaannya kemudian adalah apakah diskursus berliterasi dengan bahasa dan sastra benar-benar sudah memadai dan memberikan solusi atas permalasalahan yang ada. Tentu belum dan bahkan tidak pernah selesai! Persoalannya bukan semata-mata bahasa sebagai media literasi. Bahkan, jika literasi dibatasi pada makna melek aksara atau keabsaksaraan pun masih banyak masalah tersisa.Memang, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang berhasil mengurangiangka buta huruf. Data UNDP tahun 2014 mencatat bahwa tingkat kemelekaksaraan masyarakat Indonesia mencapai 92,8% untuk kelompok dewasa, dan 98,8%untuk kategori remaja. Capaian ini sebenarnya menunjukkan bahwa Indonesiatelah melewati tahapan krisis literasi dalam pengertian kemelekaksaraan.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

pub

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang ...