Kesantunan berbahasa sejatinya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kini, di tambah dengan kemajuan teknologi memudahkan orang untuk menjalin komunikasi. Hubungan komunikasi dapat berjalan dengan baik apabila mengedepankan prinsip kesantunan. Prinsip kesantunan dapat selalu dijunjung baik bertutur dalam media sosial maupun secara tatap muka. Apabila tidak patuh dengan prinsip kesantunanan, maka tuturan tersebut tidak santun. Tujuan dari penelitian ini yakni memaparkan bentuk tuturan yang melanggar prinsip kesantunan dalam twitter @FiersaBesari khususnya dalam kolom reply. Adapun cuitan khusus yang dipilih yakni mengenai tuturan yang mengkritik dan menyindir pemerintah Indonesia. Pelanggaran kesantunan tersebut diukur dengan prinsip kesatunan berupa bidal. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih dengan teknik dasar BUL dan teknik lanjutan perluas. Hasil dari penelitian ini memaparkan beragam bentuk tuturan yang melanggar prinsip kesantunan. Adapun bidal-bidal yang dilanggar yakni, bidal penghargaan, bidal pemufakatan, dan bidal kesimpatian. Dari keenam bidal yang digunakan untuk mengukur kesantunan, terdapat tiga bidal yang ditemukan pelanggaran.
Copyrights © 2022