ABSTRAK: Proses tutur bahasa seseorang akan berjalan baik dan lancar jika berbagai organ yang terdapat pada tubuhnya dalam kondisi normal. Gangguan pendengaran sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan terhambatnya proses komunikasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berbicara anak remaja yang mengalami kelainan dengar konduktif dan menjelaskan kesalahan pengucapan kata maupun kalimatnya. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode merekam, menyimak dan mencatat. Teknik catat merupakan cara lanjutan yang dilakukan saat menerapkan metode simak. Di saat melakukan teknik rekam, peneliti melakukan teknik simak- catat. Subjek penelitian yaitu anak remaja usia 18 tahun. Pada penelitian ini, produk tutur yang dihasilkan mengalami hambatan yaitu terdapat 5 substitusi, 3 adisi, 2 distorsi, 2 pemanjangan, dan 6 omisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak remaja yang mengalami kelainan mendengar konduktif mampu melafalkan kata dan kalimat dengan cukup baik meskipun dengan suara sengau. Terjadi gangguan artikulasi di antaranya substitusi yaitu terjadinya penggantian fonem, omisi yaitu terjadinya penghilangan fonem, distorsi yaitu terjadinya kekacauan pengucapan, dan adisi yaitu terjadinya penambahan fonem. Persamaan dengan penelitian sebelumnya bahwa aspek omisi atau penghilangan banyak ditemukan juga pada penelitian ini. Sedangkan kebaruan pada penelitian ini adalah ditemukannya aspek pemanjangan.
Copyrights © 2023