Penelitian ini mengkaji pragmatisme kekuasaan dalam interaksi guru-siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pokok masalah yang diangkat adalah bagaimana kekuasaan yang diterapkan dalam interaksi ini memengaruhi proses belajar mengajar, serta bagaimana aspek-aspek pragmatisme berperan dalam membentuk dinamika kekuasaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekuasaan yang muncul dalam interaksi guru-siswa dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen dari beberapa kelas Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan pragmatik untuk mengungkap peran kekuasaan dalam interaksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam interaksi guru-siswa sangat mempengaruhi atmosfer pembelajaran, baik secara positif maupun negatif, tergantung pada cara guru menggunakan kekuasaannya dalam proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap dinamika kekuasaan yang terjadi dalam pembelajaran untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih inklusif dan efektif.
Copyrights © 2025