Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 22 No 1 (2026)

REPRESENTASI ROMANTISME DALAM LIRIK LAGU JATUH SUKA KARYA TULUS: SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

Raihan Naufal Putra Susanto (Universitas Mulawarman)
Nina Queena Hadi Putri (Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

ABSTRAK:  Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana unsur romantisme dibangun dalam lirik lagu “Jatuh Suka” karya Tulus melalui analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Kajian ini berangkat dari maraknya ekspresi emosi yang lebih jujur dan terbuka di budaya populer Indonesia, sementara sebagian besar penelitian terdahulu hanya menelaah tema romansa secara umum tanpa menyoroti detail linguistik yang membentuk pengalaman afektif secara spesifik. Untuk menjembatani kekosongan tersebut, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat guna mengidentifikasi unsur-unsur kebahasaan yang mengandung muatan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level denotatif, lirik menggambarkan tahap awal jatuh cinta melalui respons sensorik, rasa gugup, dan keinginan untuk mendekat. Pada tahap konotatif, lirik menyusun nilai romantisme yang berfokus pada keterusterangan perasaan, kerentanan, serta kesantunan emosional. Pada level mitos, lirik menampilkan ideologi romantisme modern yang menempatkan pesona alami dan keberanian mengungkapkan perasaan sebagai sesuatu yang lumrah dan patut dihargai. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik populer tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan makna dan model emosional yang hidup dalam budaya generasi muda. KATA KUNCI: Representasi romantisme, lirik lagu, semiotika Roland Barthes.   REPRESENTATION OF ROMANTICISM IN TULUS’S SONG LYRICS JATUH SUKA: A ROLAND BARTHES SEMIOTIC ANALYSIS     ABSTRACT: This research aims to reveal how romantic elements are constructed in Tulus’s song “Jatuh Suka” through Roland Barthes’ semiotic analysis, which examines the layers of meaning at the levels of denotation, connotation, and myth. The study is grounded in the rise of sincere, openly expressed emotions in Indonesian popular culture. At the same time, previous works mostly discuss romance in a general sense, without exploring the linguistic details that shape specific affective experiences. To address this gap, a descriptive qualitative method was applied, using close reading and note-taking techniques to identify linguistic units carrying emotional significance. The findings demonstrate that, at the denotative level, the lyrics depict the initial phase of falling in love through sensory reactions, nervousness, and the desire for closeness. At the connotative level, the lyrics construct romantic values characterized by honesty, vulnerability, and emotional politeness. At the myth stage, the lyrics present a modern romantic ideology that frames natural charm and the courage to express feelings as normal and socially appreciated. These results indicate that popular music functions not merely as entertainment but also as a cultural space where emotional meanings and romantic models are shaped for contemporary young audiences. KEYWORDS: Representation of Romanticism; song lyrics; Roland Barthes semiotics  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pub

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang ...