Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 22 No 1 (2026)

Analisis Wacana Kritis Respons Presiden Prabowo Subianto Terhadap Keracunan Makanan Pada Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ayesha Nazara Prameswari (Universitas Nasional)
Sukirno (Universitas Nasional)
Arju Susanto (Universitas Nasional)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

ABSTRAK: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menarik perhatian publik dan berbagai media online karena adanya kasus keracunan makanan di beberapa daerah. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis struktur teks, kognisi, serta konteks sosial terkait pemberitaan respons Presiden Prabowo terhadap kasus keracunan MBG dalam media online detik.com dan kompas.com. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk dan menggunakan teknik baca catat untuk tahap pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan meskipun media memilih tema tema serupa, namun terdapat perbedaan fokus pemberitaan antara kedua media. Detik.com lebih menekankan peran pemerintah dalam kasus MBG dan masukan dari pengawas pendidikan tentang pemberhentian program karena dinilai belum memenuhi standar gizi. Sementara itu, kompas.com lebih menyoroti tannggung jawab pemerintah dalam menangani kasus dan pentingnya perbaikan program MBG dengan menyajikan data secara sistematis. Pada aspek kognisi sosial, kesadaran mental penulis berita sangat berpengaruh terhadap teks berita yang ditulisnya. Sementara itu, analisis konteks sosial menyoroti akses kekuasaan berupa informasi dari pihak berwenang yang dapat memengaruhi opini publik terhadap kasus MBG. KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Berita; MBG; Van Dijk   CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF PRESIDENT PRABOWO SUBIANTO’S RESPONS TO FOOD POISONING DURING FREE NUTRITIONAL MEALS (MBG)     ABSTRACT: The Free Nutritious Meal Program (MBG) has attracted public attention and extensive online media coverage following reports of food poisoning in several regions. This study aims to analyze the textual structure, social cognition, and social context of news coverage concerning President Prabowo’s response to the MBG cases published by detik.com and kompas.com. The research employs a qualitative descriptive method using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, with data collected through close reading and note-taking techniques. The findings indicate that although both media outlets discuss similar themes, they differ in their reporting emphasis. Detik.com focuses on the government’s role in addressing the cases and includes critiques from education supervisors regarding the program’s failure to meet nutritional standards. In contrast, Kompas.com highlights governmental accountability and stresses the importance of systematic improvements to the MBG program through structured data presentation. From a social cognition perspective, journalists’ mental frameworks significantly influence news construction. Meanwhile, social context analysis reveals how access to authoritative information functions as a form of power that shapes public opinion on the MBG cases. KEYWORDS:Critical Discourse Analysis; MBG; News; Van Dijk  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pub

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang ...