Perkembangan industri tahu di Sumatera Selatan terus meningkat, sehingga limbah cair yang dihasilkan perlu mendapat perhatian. Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengetahui penerapan metode filtrasi sebagai upaya menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan kekeruhan pada limbah cair industri tahu. Sehingga penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen sebagai sampel limbah cair sebanyak 10 liter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kadar BOD sebelum perlakuan sebesar 380 mg/L dengan kondisi kekeruhan tinggi, sedangkan setelah filtrasi kadar BOD menurun menjadi 365 mg/L dan kekeruhan berkurang. Dengan demikian hasil tersebut memiliki kesimpulan bahwasannya proses filtrasi dapat menurunkan BOD dan memperbaiki tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu.
Copyrights © 2026