Kecerdasan intelektual (IQ) sering disebut sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademis, tetapi penelitian terkini menyoroti pentingnya kecerdasan menghadapi tantangan (AQ) untuk menentukan ketahanan siswa terhadap tantangan. AQ didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengatasi kesulitan, dan dikategorikan menjadi tiga tingkatan: Quitters, Campers, dan Climbers. Individu dengan AQ rendah cenderung menyerah ketika menghadapi rintangan, sedangkan individu dengan AQ tinggi menunjukkan kecenderungan untuk tekun dalam mencari solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil AQ siswa sekolah dasar kelas empat di kecamatan Pedan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan ukuran sampel 50 siswa dari tiga sekolah dasar negeri terakreditasi A dan B. Pengukuran AQ dilakukan berdasarkan empat aspek: Control, Origin and Ownership, Reach, dan Endurance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa tergolong Campers (58%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun peserta didik secara umum menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tantangan, mereka mungkin belum mencapai tingkat kegigihan yang optimal. Studi ini merekomendasikan penelitian masa depan, pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi AQ dan pengembangan strategi pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan akademis siswa.
Copyrights © 2026