Desa Marengan Daya, Kabupaten Sumenep, merupakan wilayah agraris yang rentan terhadap banjir musiman yang terjadi 5–7 kali setiap tahun dan berdampak pada produktivitas pertanian serta ketahanan pangan masyarakat. Petani masih mengandalkan pola usaha tani konvensional tanpa dukungan data lingkungan, sementara Karang Taruna belum memiliki kapasitas teknis dalam mitigasi kebencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan banjir dan memperkuat ketahanan pangan melalui integrasi Smart Early Warning System (EWS) dan penerapan sistem pertanian adaptif mina-padi, sekaligus memberdayakan Kelompok Tani Suka Maju dan Karang Taruna Desa Marengan Daya. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pelatihan, pendampingan, serta implementasi EWS dan lahan percontohan mina-padi seluas ±200 m². Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan teknis Karang Taruna dalam instalasi dan pengoperasian EWS, serta peningkatan kapasitas petani dalam memanfaatkan data lingkungan, menyusun rencana tanam, dan menerapkan sistem mina-padi. Keberadaan EWS mempercepat respons masyarakat terhadap potensi banjir, sementara mina-padi menjadi alternatif produksi yang adaptif di lahan tergenang. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat efektif dalam membangun desa tangguh banjir sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026