Tari kreasi sebagai media pembelajaran seni memiliki arti penting dalam menstimulasi motorik kasar anak usia dini, terutama pada usia 5–6 tahun yang merupakan masa emas perkembangan fisik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tari kreasi Gambang Suling sebagai media stimulasi motorik kasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di RA Rumah Kreatif Wadas Kelir, Klaten. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek guru serta anak, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tari dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan berbasis demonstrasi dan permainan, serta evaluasi otentik yang efektif meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kepercayaan diri anak. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya dukungan sekolah, guru, dan orang tua dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis seni di pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026