Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak sosial dari pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Santiri di Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 6 orang responden dan 15 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial yang muncul pada pemilihan Kepala Desa Santiri tahun 2019 terbagi menjadi dua tahap, yaitu pra pemilihan dan pasca pemilihan. Pada tahap pra pemilihan, terjadi ketegangan sosial di masyarakat yang ditandai dengan sikap saling sindir, kurangnya interaksi sosial antarpendukung calon yang berbeda, serta munculnya sikap ambisius dari calon dan pendukungnya. Kondisi ini bahkan menimbulkan perselisihan antarwarga, termasuk dalam lingkup keluarga, sehingga berdampak pada renggangnya hubungan sosial dan komunikasi. Sementara itu, pada tahap pasca pemilihan, kehidupan masyarakat mulai kembali normal. Nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan solidaritas tetap terjaga, terutama dalam kegiatan sosial seperti acara pernikahan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Meskipun demikian, masih ditemukan adanya dampak sosial berupa sindiran atau pembicaraan di belakang terkait kemenangan Kepala Desa terpilih, yaitu Bapak Abdul Rahim. Namun, secara umum masyarakat Desa Santiri tetap mampu menjaga stabilitas sosial dan menjunjung tinggi nilai adat serta rasa kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Copyrights © 2026