Penelitian ini bertujuan merekontruksi peran hadist Nabi Muhammad SAW sebagai landasan normatif dan basis pedagogis islam inklusif dalam membentuk sikap anti diskriminasi pada peserta didik melalui pendidikan multikultural. Dengan cara menganalisis hadist yang relevan dengan nilai kesetaraan, nilai persaudaraan, dan larangan fanatisme.berdasarkan relevansi teori pendidikan multikultural dan pedagogis dengan pendekatan tematik. Metode ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan library research dan analisis tematik c terhadap hadist sebagai kerangka pedagogis pendidikan multikultural. Pada tahap ini berfungsi merefleksikan kecenderungan pemahaman kontekstual tanpa analisis konteks historis hadist yang relevan dengan problematika diskriminasi kontemporer. Kondisi ini menunjukkan research gap antara validasi epistimologi hadist dengan implementasi rekontruksi makna hadist yang responsif terhadap diskriminasi di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menawarkan pembaruan integrasi rekontruksi dan refleksi peran hadist dalam pendidikan multikultural dengan melihat tafsiran hadist melalui pendekatan hermeneutika realitas diskriminasi dipendidikan multikultural. Penelitian ini menekankan pengembangan gagasan secara mendalam melalui kritik sanad dan matan dengan melakukan analisis terhadap teori pendidikan multikultural James A. Banks dan pedadogi kritis Paulo Freire.
Copyrights © 2026