Dinamika industri kuliner kontemporer menuntut pemahaman mendalam mengenai preferensi konsumen yang semakin kompleks dan terfragmentasi. Omah Kopi Mrisen (OKM) memiliki posisi pasar yang unik dengan mengintegrasikan tiga pilar produk utama: Menu Ndeso (Tradisional), Seafood, dan Kopi Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola konsumsi harian (daily baseline) yang stabil serta interaksi lintas kategori menggunakan metode Association Rule Mining (ARM). Berdasarkan data transaksi semester pertama tahun 2025 (JanuariāJuni) yang telah melalui proses filterisasi data musiman (non-seasonal), diperoleh 2.991 transaksi valid sebagai dataset utama. Algoritma Apriori digunakan untuk mengidentifikasi aturan asosiasi yang signifikan dengan pendekatan Long Tail Analysis untuk menangkap pola pada menu niche. Temuan empiris menunjukkan dua pola perilaku dominan: (1) Budaya Makan Tengah (Communal Dining), ditandai dengan asosiasi ekstrem (Lift Ratio > 300) antara menu lauk porsi besar (Sapi Lada Hitam) dengan Nasi Bakul, yang mengindikasikan preferensi kuat pelanggan untuk berbagi; dan (2) Perilaku Konsumsi Lintas Kategori (Fusion Consumption), di mana terdapat asosiasi spesifik antara minuman signature "Kopi Arimbi" dan "Nasi Goreng Seafood" (Lift Ratio 5,44). Temuan ini memberikan wawasan baru bahwa konsumen OKM memiliki karakter sosial yang kuat serta kecenderungan memadukan menu kopi specialty dengan makanan berat. Penelitian ini merekomendasikan strategi manajerial berupa optimalisasi paket sharing dan promosi silang (cross-selling) untuk meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian (Average Ticket Size).
Copyrights © 2026