Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan loneliness pada mahasiswa di Bali. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada tahap perkembangan dewasa awal rentan mengalami kesepian akibat tuntutan akademik, perubahan lingkungan sosial, serta proses penyesuaian diri. Self-compassion dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu individu mengelola pengalaman emosional negatif, termasuk perasaan kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-korelasional. Sampel penelitian berjumlah 287 mahasiswa aktif di Bali yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan terdiri dari 25 aitem valid, serta UCLA Loneliness Scale Version 3 yang terdiri dari 20 aitem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara self-compassion dan loneliness (r = -0,853; p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah tingkat loneliness yang dirasakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam membantu mahasiswa mengelola perasaan kesepian dan menjaga kesejahteraan psikologis.
Copyrights © 2026