Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perilaku Bullying pada Siswa: Sebuah Studi Naratif Review tentang Hubungannya dengan Kecerdasan Emosional Fauzi, Achmad; Sukartiasih, Wayan; Suchaiyati, Ninik
FOCUS Vol 5 No 1 (2024): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v5i1.1484

Abstract

Bullying pada siswa telah menjadi masalah yang semakin meningkat di berbagai sekolah di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara perilaku bullying pada siswa dengan kecerdasan emosional. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan metode narrative review untuk meninjau penelitian empiris yang relevan. Artikel yang digunakan pada studi ini diambil dari empat mesin pencari database, yaitu Crossref, Scopus, Google Scholar, dan Semantic Scholar dengan total artikel yang sesuai dengan kriteria adalah 5 artikel. Semua artikel yang digunakan dalam studi ini berasal dari tahun 2013 hingga tahun 2023. Hasil narrative review ini menunjukkan adanya bahwa kecerdasan emosional pada siswa memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan perilaku bullying, artinya kecerdasan emosional yang rendah dapat menjadi faktor risiko bagi siswa untuk terlibat dalam perilaku bullying, sementara kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu mencegah terjadinya perilaku bullying. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mengembangkan kecerdasan emosional pada siswa sebagai upaya pencegahan dan pengurangan perilaku bullying.
Kesadaran pada Atlet Bola Basket: Pendekatan Psikologis untuk Keterampilan Manajemen Diri pada Atlet Pelajar Utami, I Gusti Agung Ayu Yunita; Sukartiasih, Wayan; Cendrawati, Kadek Bintang
LITERATUS Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v6i2.1792

Abstract

Basketball athletes can improve their performance, manage their stress, and stay mentally balanced by using mindfulness techniques. Mindfulness helps athletes stay focused on the present, reduce distractions, and increase body awareness and mental resilience through techniques such as breathing exercises, meditation, visualization, and reflection. Mindfulness can improve concentration, emotional control, and readiness to deal with competitive pressure, research suggests. Basketball athletes may become more mentally resilient, allowing them to confidently and optimally face challenges on the court, if they practice mindfulness regularly.
Optimization of the Shortest Tsunami Evacuation Route Using Djikstra’s Algorithm in Benoa Village K, Ida Bagus Kade Puja Arimbawa; Sukartiasih, Wayan; Sedayu, Agung
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 3 No. 2 (2023): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research November 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v3i2.3089

Abstract

Benoa Village has an area of approximately 2.38 km² and a population of 9,569 people in 2020 with a population density of 4,013 people/km2. This area is included in the list of tsunami-prone areas because the area is located on the edge of the Indian Ocean, which is known as an area with a high level of earthquake and volcanic activity. The 2004 tsunami that hit the coast of the Indian Ocean increased the potential for similar disasters to occur in the area. Determination of the shortest evacuation route in Benoa Village using Djikstra Algorithm. The result obtained is a path from the evacuation starting point vertex to the comfort zone node. Thisvertex represents places and road intersections arranged in the form of a weighted graph (distance) with a total of 51 vertexs, and an Adjacency Matrix is formed which is processed using the C++ Program. The Safe Zone vertex (Grand Hyatt Bali Temporary Meet Point (V50), Hattrick Futsal (V51)) are headed from the evacuation starting point of Serangan Beach (4.49km to V50, 6.94km to V51), Noanui Beach (3.95km to V50, 6.39km to V51), Samuh Beach (2.75km to V50, 5, 19km to V51), Nusa Dua Beach A (3.54km to V50, 5.48km to V51), Nusa Dua Beach B (3.47km to V50, 4.79km to V51), Peninsula Island (4.69km to V50, 4.80km to V51), Megiat Beach (4.81km to V50, 4.15km to V51) and Geger Beach (5.86km to V50, 5.09km to V51).
Perilaku Agresi Verbal pada K-Popers : Sebuah Studi Naratif Review tentang hubungannya dengan Celebrity Worship Sukartiasih, Wayan; Fauzi, Achmad; Arinandia, Luh Putu Oka Putri
LITERATUS Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v6i1.1638

Abstract

Verbal aggressive behavior that occurs among K-popers on social media is usually triggered by the celebrity worship (fanaticism) behavior that individuals have towards K-pop idols. This research aims to determine the relationship between verbal aggression and celebrity worship among K-popers. The method used in this writing uses a narrative review approach. The articles used in this study were taken from three database search engines, namely Crossref, Scopus, and Google Scholar with a total of two articles that met the criteria. All articles used in this study come from 2018 to 2022. The results of this narrative review show that there is a positive relationship and influence between celebrity worship (fanaticism) on verbal aggression among K-popers.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN LONELINESS PADA MAHASISWA DI BALI Yanti, Ni Kadek Wahyu Arini; Utami, Yunita; Sukartiasih, Wayan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan loneliness pada mahasiswa di Bali. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada tahap perkembangan dewasa awal rentan mengalami kesepian akibat tuntutan akademik, perubahan lingkungan sosial, serta proses penyesuaian diri. Self-compassion dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu individu mengelola pengalaman emosional negatif, termasuk perasaan kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-korelasional. Sampel penelitian berjumlah 287 mahasiswa aktif di Bali yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan terdiri dari 25 aitem valid, serta UCLA Loneliness Scale Version 3 yang terdiri dari 20 aitem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara self-compassion dan loneliness (r = -0,853; p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah tingkat loneliness yang dirasakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam membantu mahasiswa mengelola perasaan kesepian dan menjaga kesejahteraan psikologis.
PENGARUH PENGGUNAAN PETUNJUK VISUAL TERHADAP REGULASI EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM PROSES BELAJAR DI SEKOLAH MALAJAH PLAYSCHOOL BALI Fachrudin, Miwa Amalia; Sandra, Lidia; Sukartiasih, Wayan; Manuaba, Ida Ayu Karina Adityanti; Utami, I Gusti Agung Ayu Yunita
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2544

Abstract

This study aims to determine the effect of using visual cues on the emotion regulation of preschool children during learning activities at Malajah Playschool Bali. The background of this research is based on the importance of visual media in helping children recognize, understand, and manage their emotions adaptively, especially in a multicultural learning environment. This research employs a quantitative approach with a correlational design and uses a census method, as the number of subjects was limited and the entire population of preschool children was used as respondents. The instrument used was the Teacher Rating Scale, validated through expert judgment. Data analysis was carried out using simple linear regression with the help of SPSS. The results showed a significant effect of visual cues on children’s emotion regulation. The F-test value was 116.314 with a significance level of 0.000 (0.05), indicating a statistically significant relationship between the variables. The coefficient of determination (R²) was 0.708, meaning that 70.8% of children's emotion regulation ability was influenced by visual cues, while the remaining 29.2% was influenced by other factors not examined in this study. In conclusion, the use of visual cues such as emotion cards, visual schedules, and behavior symbols greatly contributes to helping children regulate their emotions in learning environments. This study recommends the consistent implementation of visual strategies in early childhood education as part of strengthening mental health and social-emotional skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan petunjuk visual terhadap regulasi emosi anak usia prasekolah dalam proses belajar di Malajah Playschool Bali. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya media visual dalam membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosinya secara adaptif, khususnya dalam lingkungan pembelajaran yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode sensus, karena jumlah subjek terbatas dan seluruh populasi anak usia prasekolah dijadikan responden. Instrumen yang digunakan berupa Teacher Rating Scale yang telah divalidasi melalui expert judgment. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara petunjuk visual terhadap regulasi emosi anak. Nilai F hitung sebesar 116,314 dengan signifikansi 0,000 (0,05) menunjukkan bahwa hubungan antar variabel signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,708 menunjukkan bahwa 70,8% kemampuan regulasi emosi anak dipengaruhi oleh petunjuk visual, sedangkan sisanya 29,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, penggunaan petunjuk visual seperti kartu ekspresi, jadwal bergambar, dan simbol perilaku memberikan kontribusi besar dalam membantu anak mengelola emosinya di lingkungan belajar. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi visual secara konsisten dalam pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari penguatan kesehatan mental dan keterampilan sosial-emosional anak.
Perbedaan Tingkat Self-compassion Pada Fujoshi Yang Terbuka Dan Yang Menyembunyikan Identitas Di Indonesia Akmaliah, Maulina Fitri; Manuaba, Ida Ayu Karina Adityanti; Sukartiasih, Wayan; Utami, I Gusti Agung Ayu Yunita
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat self-compassion pada fujoshi yang terbuka dan yang menyembunyikan identitas di Indonesia. Fenomena pengelolaan identitas dalam subkultur ini menjadi menarik karena keterbukaan identitas tidak selalu berkorelasi langsung dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan melibatkan 455 partisipan yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Self-compassion yang telah melalui uji validitas isi dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat self-compassion antara fujoshi yang terbuka dan yang menyembunyikan identitas (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa keterbukaan identitas bukan merupakan faktor determinan dalam pembentukan self-compassion, serta menunjukkan kemungkinan adanya peran faktor lain seperti regulasi emosi dan dukungan sosial. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa self-compassion dapat berfungsi sebagai sumber daya psikologis internal yang relatif stabil, terlepas dari strategi pengelolaan identitas yang digunakan individu dalam konteks sosial budaya tertentu.