Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran membawa perubahan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada perilaku sosial siswa, namun sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti dampak kognitif AI, sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sosial siswa masih jarang dikaji. Artikel ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan menganalisis bagaimana penggunaan AI membentuk perilaku sosial siswa SMA melalui lima indikator: disiplin, kerja sama, menghargai, membantu, dan berbagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di kelas XII F10 SMA Negeri 3 Padang. Teori kognitivisme Robert M. Gagné digunakan untuk memahami bagaimana stimulus teknologi diproses secara internal hingga menghasilkan perubahan perilaku sosial. Informan dipilih melalui purposive sampling yang melibatkan 16 siswa, guru Sosiologi, dan wali kelas (total 18 informan). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mendorong kedisiplinan siswa dalam menyelesaikan tugas, memperkuat kerja sama kelompok, meningkatkan kepedulian dalam membantu teman, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta memperluas budaya berbagi pengetahuan. Meski demikian, ditemukan kecenderungan sebagian siswa menjadi pasif akibat ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI perlu diarahkan secara bijak agar sejalan dengan kemandirian belajar dan interaksi sosial yang sehat dalam perilaku belajar siswa.
Copyrights © 2026