Pembelajaran sains pada anak usia dini perlu dilakukan melalui pengalaman langsung agar kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan rasa ingin tahu berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan eksplorasi lingkungan dalam meningkatkan pengetahuan sains pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali makna pengalaman belajar secara naturalistik di KB Al Huda Pracimantoro. Hasil penelitian menunjukkan pola bahwa guru bertindak sebagai fasilitator dengan menyediakan stimulus, pertanyaan pemantik, dan kesempatan eksplorasi, sementara anak menunjukkan antusiasme tinggi melalui perilaku mengamati, mengajukan pertanyaan, mengelompokkan objek, melakukan percobaan sederhana, serta menceritakan kembali hasil pengamatan. Temuan mengindikasikan bahwa pembelajaran sains berbasis eksplorasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan konseptual, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, komunikasi, dan kemampuan berpikir ilmiah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi langsung dengan objek alam membangun pemahaman bermakna tentang fenomena sains dalam konteks pengalaman sehari-hari. Pendekatan eksplorasi lingkungan memiliki signifikansi praksis bagi PAUD karena dapat menjadi strategi pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, sekaligus berkelanjutan untuk menguatkan pendidikan sains berbasis pengalaman; sehingga direkomendasikan inovasi aktivitas eksploratif dan peningkatan kompetensi guru untuk mendukung penerapan di kelas
Copyrights © 2026