Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengeksplorasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Lingkungan Pembelajaran di satuan PAUD Kota dan Kabupaten Cirebon, hambatan pelaksanaannya, serta peran pemerintah dalam mendukung penerapan SOP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan lima lembaga PAUD yang dipilih sesuai dengan kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket kepada kepala sekolah dan guru PAUD, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SOP keamanan telah dilaksanakan, namun belum berjalan optimal, khususnya terkait dengan prosedur kedatangan, pembelajaran, penjemutan serta penanganan kondisi darurat. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, karakteristik dan perilaku anak, rendahnya kedisiplinan orang tua, keterbatasan sarana dan prasarana serta lemahnya manajemen dan monitoring. Selain itu, dukungan pemerintah daerah masih cenderung administratif dan belum menyentuh aspek pelatihan teknis keamanan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan lingkungan PAUD merupakan sistem yang berlapis yang mencakup aspek fisik, prosedural, perilaku dan struktural. Oleh karena itu, penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas pendidik, serta kolaborasi antarlembaga, lembaga, orang tua dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan belajar anak yang aman dan nyaman.
Copyrights © 2026