Masalah stunting masih menjadi isu serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke-27 dari 154 negara dengan prevalensi stunting tinggi, serta peringkat ke-5 di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Antropometri Kit berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem analisis tumbuh kembang anak guna mendukung upaya pencegahan stunting. Sistem yang dikembangkan terdiri dari perangkat keras berupa timbangan dan infantometer digital, aplikasi mobile, serta dashboard pemantauan. Data hasil pengukuran dikirim melalui koneksi Bluetooth Low Energy ke aplikasi mobile, diteruskan ke server, dan dianalisis menggunakan rumus Z-score untuk menentukan status gizi anak. Penelitian dilakukan melalui survei kebutuhan, perancangan sistem, dan pengujian di laboratorium serta lapangan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur dan menganalisis data antropometri dengan baik, serta mengategorikan status gizi anak secara otomatis. Performa aplikasi stabil hingga 1000 pengguna, meskipun terjadi peningkatan request failure pada beban di atas 1000 pengguna. Pengujian keamanan menunjukkan bahwa sistem berhasil menolak upaya login tidak sah (peretasan) melalui mekanisme autentikasi berbasis payload. Sistem ini terbukti efektif dalam mendukung proses pemantauan tumbuh kembang anak secara digital dan efisien.
Copyrights © 2026