Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bacterial Cell Inactivation Using a Single-Frequency Batch-Type Ultrasound Device Poetro Sambegoro; Maya Fitriyanti; Bentang Arief Budiman; Kamarisima Kamarisima; Sekar Wangi Arraudah Baliwangi; Calvin Alverian; Saeed Bagherzadeh; Ganesan Narsimhan; Pingkan Aditiawati; Ignatius Pulung Nurprasetio
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2021): IJOST: VOLUME 6, ISSUE 1, April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v6i1.31516

Abstract

Ultrasound technology employs cavitation to generate high-pressure soundwaves to disrupt bacterial cells. This study reveals the effectiveness of a single frequency ultrasound device for bacterial cell inactivation. A low-cost ultrasound device having a single frequency, i.e. 22 kHz for lab-scale application, was developed first, and the prototype was mechanically designed and analyzed using the finite-element method to assure the targeted natural frequency could be achieved. The prototype was then tested inactivating bacterial cells, Escherichia coli (E. coli) and Bacillus subtilis (B. subtilis), in a simple medium and a food system, and the results were then compared to a commercial system. A treatment time of up to 15 minutes was able to reduce E. coli and B. subtilis cells by 3.3 log and 2.8 log, respectively, and these results were similar to those of the commercial system. The effectiveness of bacterial cell inactivation using the developed single-frequency ultrasound device is then discussed. The findings are useful for designing low-cost ultrasound devices for application in the food industry.
Rancang Bangun Antropometri Kit Berbasis IoT Terintegrasi dengan Sistem Analisis Tumbuh Kembang Anak untuk Pencegahan Stunting Noer Fajrin; Ian Josef Matheus Edward; Pingkan Aditiawati
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v12n1.79-90

Abstract

Masalah stunting masih menjadi isu serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke-27 dari 154 negara dengan prevalensi stunting tinggi, serta peringkat ke-5 di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Antropometri Kit berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem analisis tumbuh kembang anak guna mendukung upaya pencegahan stunting. Sistem yang dikembangkan terdiri dari perangkat keras berupa timbangan dan infantometer digital, aplikasi mobile, serta dashboard pemantauan. Data hasil pengukuran dikirim melalui koneksi Bluetooth Low Energy ke aplikasi mobile, diteruskan ke server, dan dianalisis menggunakan rumus Z-score untuk menentukan status gizi anak. Penelitian dilakukan melalui survei kebutuhan, perancangan sistem, dan pengujian di laboratorium serta lapangan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur dan menganalisis data antropometri dengan baik, serta mengategorikan status gizi anak secara otomatis. Performa aplikasi stabil hingga 1000 pengguna, meskipun terjadi peningkatan request failure pada beban di atas 1000 pengguna. Pengujian keamanan menunjukkan bahwa sistem berhasil menolak upaya login tidak sah (peretasan) melalui mekanisme autentikasi berbasis payload. Sistem ini terbukti efektif dalam mendukung proses pemantauan tumbuh kembang anak secara digital dan efisien.