Tingkat redaman pada jaringan fiber optik sangat memengaruhi kualitas layanan, khususnya pada kabel feeder sebagai jalur utama transmisi data. Analisis kelayakan kabel feeder segmen A di wilayah Kopo dilakukan berdasarkan hasil pengukuran Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) yang dikomparasikan dengan hasil perhitungan power link budget. Hasil pengukuran OTDR tidak dapat dianggap sebagai nilai mutlak karena dipengaruhi oleh pengaturan parameter alat, seperti Index of Refraction (IOR), pulse width, dan sistem averaging. Selain itu, struktur serat optik di dalam kabel yang berbentuk heliks (helix factor) membuat panjang serat sedikit lebih besar dibandingkan panjang fisik kabel, sehingga posisi event pada OTDR dapat bergeser dari lokasi fisik sebenarnya di lapangan. Objek penelitian merupakan kabel feeder yang menghubungkan ODF pada rak Optical Access (O.A) dengan ODC di wilayah Kopo. Berdasarkan hasil penelitian, panjang kabel feeder yaitu 7,33 km dengan total loss sebesar 8,72 dB, jauh melampaui nilai perhitungan power link budget sebesar 3,13 dB. Enam event teridentifikasi memiliki nilai loss melebihi 0,1 dB akibat sambungan dan bending pada jarak ±400m antar event, sehingga jaringan dapat menyebabkan intermiten pada layanan internet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dan pemulihan jaringan sehingga kualitas layanan dapat kembali optimal.
Copyrights © 2026