Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN SIMULATOR SIMULIDE SEBAGAI SIMULASI RANGKAIAN MESH 2 LOOP DISERTAI PEMBUKTIAN DENGAN PRAKTIKUM REAL Hana Maulida Fitriah; Syifaul Fuada; Inda Ahmayani; Nurul Syahira Amril; Zahara Murni; Nusaibah Fathul Jannah
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v4i1.17143

Abstract

SimulIDE is an open-source simulator that can be used offline to support electronic learning because it is designed to help users simulate electronic circuits virtually. This research is intended to test the performance of the SimulIDE simulator by conducting a comparative study of a mesh 2-loop circuit with a comparison of real practicum, simulator test results, and manual calculations. SimulIDE, which is a new simulator, certainly has limitations. However, SimulIDE, an easy-to-use virtual simulator, can be an alternative to simulating and studying electronic circuits. The benefits that can be obtained are knowing the two-loop mesh circuit assembled through the SimulIDE virtual simulator and the real circuit and comparing the amount of voltage obtained from the results of manual calculations, simulator calculations, and real calculations.
Analisis Jaringan Kabel Feeder FTTH dengan Pengukuran OTDR dan Power Link Budget Inda Ahmayani; Ahmad Fauzi
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v12n1.91-101

Abstract

Tingkat redaman pada jaringan fiber optik sangat memengaruhi kualitas layanan, khususnya pada kabel feeder sebagai jalur utama transmisi data. Analisis kelayakan kabel feeder segmen A di wilayah Kopo dilakukan berdasarkan hasil pengukuran Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) yang dikomparasikan dengan hasil perhitungan power link budget. Hasil pengukuran OTDR tidak dapat dianggap sebagai nilai mutlak karena dipengaruhi oleh pengaturan parameter alat, seperti Index of Refraction (IOR), pulse width, dan sistem averaging. Selain itu, struktur serat optik di dalam kabel yang berbentuk heliks (helix factor) membuat panjang serat sedikit lebih besar dibandingkan panjang fisik kabel, sehingga posisi event pada OTDR dapat bergeser dari lokasi fisik sebenarnya di lapangan. Objek penelitian merupakan kabel feeder yang menghubungkan ODF pada rak Optical Access (O.A) dengan ODC di wilayah Kopo. Berdasarkan hasil penelitian, panjang kabel feeder yaitu 7,33 km dengan total loss sebesar 8,72 dB, jauh melampaui nilai perhitungan power link budget sebesar 3,13 dB. Enam event teridentifikasi memiliki nilai loss melebihi 0,1 dB akibat sambungan dan bending pada jarak  ±400m antar event, sehingga jaringan dapat menyebabkan intermiten pada layanan internet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dan pemulihan jaringan sehingga kualitas layanan dapat kembali optimal.
Analisis Efek Aliasing Pada Sinyal Audio Dengan Variasi Frekuensi Sampling Pada Lagu ‘Terhebat’ Hasyyati Shabrina; Endah Setyowati; Inda Ahmayani; Khalifah Audya Eka Putri
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v5i1.21265

Abstract

Aliasing merupakan fenomena yang terjadi dalam pengolahan sinyal digital, termasuk sinyal audio, ketika frekuensi sampling yang digunakan tidak mencukupi untuk merepresentasikan frekuensi tertinggi dalam sinyal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek aliasing pada sinyal audio dengan melakukan variasi frekuensi sampling pada lagu "Terhebat". Eksperimen dilakukan dengan menggunakan software MATLAB untuk memvisualisasikan dan menganalisis sinyal audio pada frekuensi sampling 11025 Hz, 22050 Hz, 44100 Hz, 88200 Hz, dan 32000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi sampling yang terlalu rendah, seperti 11025 Hz dan 22050 Hz, menyebabkan aliasing yang signifikan, ditandai dengan distorsi dan hilangnya detail frekuensi tinggi pada sinyal audio. Sebaliknya, frekuensi sampling yang terlalu tinggi, seperti 88200 Hz, tidak memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas audio. Frekuensi sampling 44100 Hz, yang umum digunakan dalam CD audio, menghasilkan kualitas audio yang baik dengan efek aliasing yang minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan frekuensi sampling yang tepat sangat penting untuk menghindari efek aliasing dan mempertahankan kualitas sinyal audio yang baik.