Hasil wawancara dengan guru di MAN 1 Langsa menunjukkan bahwa pembelajaran biologi masih berlangsung secara satu arah sehingga kurang mendorong keterlibatan aktif siswa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa strategi yang diterapkan dalam proses pembelajaran masih belum sepenuhnya menunjang pengembangan keterampilan abad ke-21 khususnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain praeksperimental satu kelompok pretest–posttest. Penelitian terdiri atas 18 siswa kelas X di MAN 1 Langsa. Pengumpulan data melalui tes esai berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (22,67 > 2,11) pada taraf signifikansi 0,05. Perolehan N-gain sebesar 0,67 berada pada kategori sedang, mengindikasikan bahwa penerapan PBL berbasis SSI cukup efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Model ini mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan secara lebih sistematis dan relevan dengan situasi nyata.
Copyrights © 2026