Penelitian ini bertujuan untuk sikap petani terhadap budidaya talas dalam kondisi penurunan praktik budidaya di Desa Dere Kecamatan Sahu dan mendeskripsikan tingkat kesediaan petani untuk kembali membudidayakan talas apabila tersedia dukungan dari pihak terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap petani yang pernah, sedang, maupun masih aktif membudidayakan talas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata (mean). Penilaian sikap petani dianalisis menggunakan skala Likert yang mencakup tiga komponen utama, yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap petani terhadap budidaya talas berada pada kategori sangat positif. Komponen kognitif memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,54 yang menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan yang baik mengenai teknik budidaya, manfaat gizi talas, kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi lahan, potensi pengolahan produk, serta peluang pasar yang masih terbuka. Komponen afektif memiliki nilai rata-rata sebesar 4,5 yang menunjukkan bahwa petani memiliki perasaan positif terhadap budidaya talas, seperti rasa senang menanam, kebanggaan terhadap hasil panen, serta pandangan bahwa talas merupakan bagian dari budaya pangan lokal yang perlu dipertahankan. Sementara itu, komponen konatif memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,52 yang menunjukkan adanya kecenderungan perilaku yang kuat dari petani untuk tetap menanam dan mengembangkan budidaya talas. Selain itu, kesediaan petani untuk melanjutkan budidaya talas dipengaruhi oleh ketersediaan sarana produksi seperti bibit unggul, pupuk, pestisida, akses modal, alat pengolahan hasil, serta jaminan pemasaran. Oleh karena itu, dukungan pemerintah, penyuluhan pertanian, serta penguatan kelembagaan petani menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan budidaya talas di Desa Dere.
Copyrights © 2026