Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 5 No. 3 (2025): November

Ethnomathematical Study of Historical Mosque Buildings in South Kalimantan

Muhamad Sabirin (UIN Antasari Banjarmasin)
Muh. Fajaruddin Atsnan (UIN Antasari Banjarmasin)
Maisea Ledua Nareki (Gospel High School)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2025

Abstract

Kalimantan Selatan kaya ragam kekayaan budaya seperti kerajinan tangan tradisional, permainan tradisional, dan kesenian tradisional (seni musik dan seni tari), serta bangunan bersejarah seperti museum dan masjid. Salah satu kekayaan budaya yang cukup terkenal adalah bangunan masjid bersejarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara. Penelitian ini akan memfokuskan pada tiga masjid bersejarah di Kalimantan Selatan, yaitu Masjid Sultan Suriansyah (Banjarmasin), Masjid Agung Al Karomah (Martapura), Masjid Keramat Al-Mukarramah (Banua Halat, Tapin). Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang bertujuan mendeskripsikan hasil temuan/eksplorasi etnomatematika pada bangunan masjid bersejarah di Kalimantan Selatan, dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan menggali informasi melalui studi kepustakaan, observasi, serta wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini peneliti sendiri (human instrument), pedoman wawancara dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan tiga masjid bersejarah di Kalimantan Selatan terdapat banyak konsep matematika di dalamnya. Secara garis besar ada dua konsep utama yang dominan ditemui pada ketiga masjid, yaitu konsep geometri dan konsep kekongruenan. Selain itu, ada konsep garis sejajar, konsep sudut, konsep transformasi geometri, konsep Pythagoras. South Kalimantan is rich in various cultural wealth, such as traditional handicrafts, traditional games, traditional arts (music and dance), and historical buildings (museums and mosques). One of the most famous cultural wealth is the historical mosques, which are visited by local, national, and foreign tourists. The particular study focused on three historical mosques in South Kalimantan. They were the Sultan Suriansyah Mosque in Banjarmasin, the Masjid Agung of Al-Karomah in Martapura, and the Masjid Keramat Al-Mukarramah in Banua Halat, Tapin). It used a descriptive qualitative study with an ethnographic approach. It aimed to describe the findings/exploration of ethnomathematics in historical mosque buildings in South Kalimantan. The data collection techniques were literature studies, observations, and interviews. The instruments were the researcher himself (human instrument), interview guidelines, and observation sheets. The data analysis technique used data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The study showed that the buildings of the three historical mosques in South Kalimantan have many mathematical concepts. Generally, two main concepts are dominant in the three mosques, namely geometry and congruence. Also, it found the concepts of parallel lines, angles, geometric transformation, and Pythagoras.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

plusminus

Publisher

Subject

Education Mathematics Other

Description

Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, ...