Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebagian murid yang mengalami prokrastinasi akademik yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini tampak dari kecendrungan murid malas mengerjakan tugas, sering menunda tugas, lebih mementingkan bermain game dan media sosial daripada mengerjakan tugas dan kurang mampu dalam menajemen waktu yang baik. Keadaan tersebut muncul karena sebagian murid belum memiliki kemampuan yang cukup dalam mengatur dan mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri. Oleh sebab itu, kajian ini dilakukan untuk menggambarkan tingkat kebiasaan menunda penyelesaian tugas, kemampuan mengelola proses belajar (self regulated learning), serta melihat hubungan antara keduanya pada murid kelas VIII di SMPN 1 Banuhampu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan berbasis angka yang menelaah keterkaitan antar gejala, dengan subjek seluruh murid kelas VIII dan sebagian dipilih secara acak sehingga diperoleh 161 responden. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kebiasaan menunda tugas maupun kemampuan murid dalam mengatur kegiatan belajar berada pada tingkat sedang. Temuan penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan yang jelas antara kemampuan mengelola belajar dan kebiasaan menunda tugas, di mana semakin baik kemampuan self regulated learning yang dimiliki murid, maka kecenderungan menunda pekerjaan sekolah akan semakin berkurang. Besarnya pengaruh kemampuan tersebut terhadap perilaku menunda tugas mencapai lebih dari separuh, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar kajian ini.
Copyrights © 2026