Tradisi rewang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Dalam tradisi ini sangat menekankan nilai-nilai kemasyarakatan seperti gotong royong dan solidaritas sosial. Namun disisi lain tradisi rewang ternyata menyebabkan ketidakhadiran siswa anak usia dini ke satuan pendidikan. Anak-anak usia dini seringkali diajak oleh orang tuanya untuk datang ke tempat yang akan hajatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tradisi rewang terhadap tingkat kehadiran siswa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta implikasinya dalam konteks sosiologi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi orang tua anak PAUD, pendidik PAUD, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan intens orang tua dalam tradisi rewang berdampak pada fluktuasi kehadiran anak PAUD. Namun demikian, tradisi rewang juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran nilai sosial dan karakter anak usia dini apabila dikelola secara baik dengan kolaboratif antara lembaga PAUD dan masyarakat. Penelitian ini juga dapa memberikan kontribusi pada penguatan pendekatan pendidikan berbasis budaya lokal yang relevan dengan konteks sosial masyarakat.
Copyrights © 2026