Keberadaan Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dalam sistem agroforestri memberikan manfaat ekologis dan ekonomis, namun keberadaannya juga rentan terhadap gangguan organisme pengganggu yang dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai fase pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan tanaman MPTS berdasarkan kejadian serangan pada setiap fase pertumbuhan di Gapoktanhut Alam Pala Lestari, Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi langsung di lapangan pada 37 petak ukur berukuran 25 m × 40 m dengan pengumpulan data berupa jenis tanaman, jumlah tanaman terserang, serta persentase kejadian serangan pada fase semai, pancang, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis MPTS yang menyusun lahan agroforestri, yaitu alpukat, aren, cengkeh, durian, jambu, jengkol, kelapa, kemiri, mangga, nangka, pala, petai, pinang, dan rambutan. Pada fase semai, kejadian serangan nilai tertinggi sebesar 25% pada tanaman pala. Pada fase pancang, kejadian serangan nilai tertinggi mencapai 80% pada pala, diikuti oleh cengkeh dan pinang. Pada fase tiang dan pohon, tanaman pala menunjukkan kejadian serangan tertinggi dibandingkan jenis lainnya, masing-masing sebesar 93% dan 99%. Persen tingkat kerusakan paling tinggi pada semua fase, ada pada fase pohon dengan kategori kerusakan ringan.
Copyrights © 2026