Bencana banjir yang berulang di Desa Ie Bintah menimbulkan permasalahan serius terhadap higienitas fasilitas ibadah, khususnya meunasah, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sanitasi pascabanjir melalui penerapan Smart Electrostatic Sprayer System berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang terintegrasi dengan transfer teknologi melalui lima tahap, yaitu inisiasi, edukasi, implementasi, evaluasi, dan keberlanjutan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pembentukan tim satgas sanitasi, pelatihan operasional alat, serta penerapan langsung teknologi disinfeksi elektrostatik di meunasah terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas mitra, ditandai dengan kenaikan pemahaman dari 32,5% menjadi 86,75%. Selain itu, teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu hingga 450% dan menghemat penggunaan disinfektan sebesar 73% dibandingkan metode konvensional. Cakupan pembersihan juga lebih optimal hingga menjangkau area tersembunyi. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kualitas higienitas lingkungan sekaligus membangun kemandirian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di masa mendatang.
Copyrights © 2026