Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan fokus paa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan kebijakan ini. Menggunakan metode implementasi kebijakan Edward III, penelitian ini menganalisis empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksanaan dan struktur birokrasi. Hasil analisis menunjukan bahwa meskipun jumlah di Gunungkidul cukup banyak akan tetapi implementasi SSK masih terbatas. Faktor penghambat utama meliputi terbatasnya sumber daya, kurangnya komunikasi antar instansi dan keterbatasan pelatihan untuk guru. Selain itu tingginya angka pernikahan dini dan prevalensi stunting menjadi masalah social yang mendesak untuk ditangani melalui Pendidikan kependudukan. Berdasarkan temuan ini peneliti menyarankan agar pemerintah memperkuat implementasi kebijakan SSK dengan meningkatkan anggaran, pelatihan untuk guru dan kamunikasi antar Lembaga. Peningkatan pemahaman generasi muda mengenai perencanaan keluarga, Kesehatan reproduksi dan isu kependudukan merupakan Langkah penting untuk mengatasi permasalahan sosial di Gunungkidul. Mengingat bonus demografi yang Tengah berlangsung, SSK berpotensi menjadi Solusi untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, terdidik dan produktif yang dapat berkontribusi pada Pembangunan social-ekonomi daerah di masa depan.
Copyrights © 2026