Pembangunan gedung parkir di kantor pusat PT. XYZ dilakukan untuk mengatasi keterbatan lahan parkir akibat peningkatan aktivitas operasional. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan menganggu kelancaran kerja, sehingga diperlukan fasilitas parkir yang memadai. Namun, pembangunan gedung parkir juga mengandung potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian target waktu, biaya, dan mutu, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pasca-konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko pada setiap tahap proyek, menganalisis tingkat kemungkinan dan dampaknya, serta menyusun strategi pengendalian yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan validasi pakar. Risiko diklasifikasikan berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampaknya, menjadi risiko kategori tinggi, sedang, dan rendah. Sebanyak 80 risiko berhasil diidentifikasi, terdiri dari 16 risiko pada tahap pra-konstruksi, 47 pada konstruksi, dan 17 pada pasca-konstruksi. Dari jumlah tersebut 38 risiko tergolong tinggi dan 42 sedang, dengan risiko tertinggi berada pada tahap konstruksi. Risiko utama antara lain terkait biaya, mutu, dan ketidaksiapan dokumen kontrak. Strategi pengendalian difokuskan pada pengawasan anggaran, evaluasi tender yang transparan, pengujian mutu, serta inspeksi dan keamanan pasca-konstruksi. Manajemen risiko yang diterapakan sejak awal proyek dinilai penting untuk menjaga pencapaian target waktu, biaya, dan kualitas pembangunan.
Copyrights © 2025