Air Minum Isi Ulang (AMIU) banyak dipilih sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan Air Minum Kemasan (AMDK). Namun, kualitasnya sering dipertanyakan karena tidak semua stasiun isi ulang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan fluida (3–7 bar) pada unit pengolahan air minum menggunakan Reverse Osmosis (RO) Silvertec ULP 2012-100, dikombinasikan dengan Post Carbon dan Bio Ceramic, dengan air PDAM sebagai bahan baku. Teknologi RO mampu menyaring kontaminan pada tingkat molekuler, sedangkan Post Carbon meningkatkan rasa air dan Bio Ceramic membantu memecah molekul agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya dengan mengukur parameter fisik (pH, TDS) dan kimia (Fe, Mn, Cl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tekanan mempengaruhi kualitas air, dengan 5 bar diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Pada tekanan ini, air yang diolah memenuhi semua standar kualitas air minum sehingga sistem ini menjadi solusi yang efektif.
Copyrights © 2026