Sebagai negara rawan bencana, Indonesia menghadapi tantangan dalam pelindungan arsip keluarga yang vital bagi keberlangsungan administrasi pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan masyarakat dalam pengelolaan arsip digital keluarga di wilayah tangguh bencana, dengan studi kasus di RT 004 RW 04, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 39 responden yang terlibat aktif dalam pengelolaan arsip keluarga. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert untuk mengukur enam dimensi kesiapan digital: kesadaran terhadap arsip digital, kepemilikan arsip digital, akses terhadap teknologi, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, dan kebutuhan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya arsip digital dan akses yang cukup terhadap perangkat penyimpanan digital. Namun, kebiasaan mencadangkan arsip dan pengalaman pelatihan masih terbatas. Analisis faktor sosiodemografis menunjukkan bahwa jenis pekerjaan memengaruhi kesiapan digital masyarakat secara signifikan, sementara usia dan pendidikan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Penelitian ini menyarankan peningkatan pendidikan masyarakat berbasis literasi digital dan pelatihan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Copyrights © 2026