Penelitian ini menganalisis pengaruh dinamika kelompok bersenjata terhadap stabilitas keamanan nasional Republik Demokratik Kongo (RDK) pada periode 2021-2025 dengan menggunakan kerangka teori Greed and Grievance dari Paul Collier dan Anke Hoeffler, serta konsep Keamanan Komprehensif dari Barry Buzan. Republik Demokratik Kongo merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam namun terjebak dalam "kutukan sumber daya" dan konflik berkepanjangan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, studi ini memfokuskan analisis pada tiga kelompok bersenjata utama: March 23 Movement (M23), Allied Democratic Forces (ADF), dan Cooperative for the Development of the Congo (CODECO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di RDK dipicu oleh perpaduan antara keserakahan ekonomi (Greed) melalui penguasaan tambang mineral ilegal seperti emas dan koltan, serta dendam sosial-politik (Grievance) yang berakar pada luka sejarah dan diskriminasi etnis. Eskalasi kekerasan pada periode ini telah mengakibatkan krisis kemanusiaan yang hebat, lumpuhnya kedaulatan negara di wilayah timur, serta mengancam keamanan nasional RDK dalam dimensi militer, politik, ekonomi, dan sosial
Copyrights © 2026