Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) mendorong integrasi chatbot ke berbagai platform, termasuk WhatsApp melalui fitur chatbot Meta AI. Namun, tingkat penerimaan pengguna terhadap fitur ini masih lebih rendah dibandingkan chatbot lain seperti ChatGPT dan Gemini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap chatbot Meta AI WhatsApp dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei terhadap 270 pengguna aktif WhatsApp yang telah mencoba chatbot Meta AI, dengan analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy (p = 0,000), effort expectancy (p = 0,000), dan social influence (p = 0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention, sedangkan facilitating conditions tidak berpengaruh signifikan (p = 0,949). Selain itu, behavioral intention berpengaruh positif signifikan terhadap use behavior (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial merupakan faktor utama dalam membentuk niat penggunaan, sementara dukungan teknis bukan lagi faktor penentu. Dengan demikian, peningkatan relevansi fitur dan pengalaman pengguna diperlukan agar persepsi positif terhadap chatbot Meta AI WhatsApp dapat berkembang menjadi perilaku penggunaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025