Peran Generasi Z di dunia kerja semakin penting dan sangat berdampak bagi generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis sentimen terkait kompetensi kerja Generasi Z berdasarkan opini pengguna platform X, menggunakan metode Naive Bayes. Data sebanyak 2.511 tweet diproses melalui tahapan scraping, preprocessing, labeling (manual dan otomatis), visualisasi, splitting data, ekstraksi fitur TF-IDF, oversampling, modeling, dan evaluasi model. Hasil evaluasi dari labeling manual menunjukkan bahwa model mencapai akurasi 68% dengan nilai precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 66%, 76%, dan 71% untuk sentimen negatif, serta 70%, 58%, dan 64% untuk sentimen positif. Sedangkan hasil evaluasi dari labeling otomatis menunjukkan bahwa model mencapai akurasi 70% dengan nilai precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 77%, 75%, dan 76% untuk sentimen negatif, serta 59%, 62%, dan 60% untuk sentimen positif. Aplikasi web berbasis Flask juga dikembangkan untuk memprediksi sentimen kalimat yang dimasukkan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap Generasi Z didominasi pandangan mereka sebagai individu yang peduli terhadap kesehatan mental. Sebaliknya, sentimen negatif menyoroti pandangan mereka kurang kompeten karena kerap menunda pekerjaan atau mundur akibat isu mental health.
Copyrights © 2025