Bahasa daerah Sumatera Selatan terdiri dari Bahasa Jawa, Kayu Agung, Komering, Lematang, Melayu, Ogan, Basemah dan Pedamaran. Setiap bahasa tersebut menjadi identitas setiap daerah di provinsi Sumatera Selatan. Akan tetapi, sudah tidak banyak khususnya anak muda yang menggunakan atau mengenal bahasa daerah Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan antar muka aplikasi penerjemah bahasa daerah Sumatera Selatan yaitu bahasa Basemah, Palembang, Komering ke Indonesia, maupun sebaliknya. Metode yang digunakan adalah extreme programming yaitu metode pengembangan perangkat lunak yang responsif terhadap perubahan, terdiri dari beberapa iterasi yang dapat dilakukan berulang kali sesuai kebutuhan. Tools yang akan digunakan untuk membuat tampilan aplikasi yaitu Flutter yang merupakan framework untuk aplikasi mobile yang memungkinkan pengembangan aplikasi dengan kinerja tinggi. Hasil yang dari penelitian ini berupa antar muka aplikasi untuk menghubungkan model machine translator seq2seq (sequence-to-sequence) yang dikembangkan sebelumnya menggunakan API Flask. Berdasarkan hasil pengujiang menggunakan metode SUS (Systems Usability Scale) dari 20 responden, antar muka yang dikembangkan mendapat skor SUS 78 (good).
Copyrights © 2025